audio

Sejarah

Sejarah PKPI

MEMBANGUN KESINAMBUNGAN KESEHATAN JIWA DAN RAGA

Sejarah dan Perkembangan Divisi Psikosomatik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM

Seorang pasien datang dengan suatu keluhan. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan penyebab sakit pada tubuh pasien. Ternyata, keluhan yang dialami oleh pasien bersumber dari faktor psikis. Terdapat hubungan antara faktor psikis seseorang dengan kondisi tubuhnya yang dapat diterangkan melalui jalur neurologi, endokrin, imun, hingga sistem saraf otonom. Pemahaman mengenai ilmu ini digali dan dieksplorasi oleh Divisi Psikosomatik Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta agar pasien dapat diberikan tata laksana yang holistik dan sempurna.

Divisi Psikosomatik memiliki visi untuk menjadi pusat pendidikan, pelayanan dan penelitian psikosomatik bertaraf internasional. Beberapa misi untuk mewujudkan visi tersebut adalah mewujudkan pusat studi Psikosomatik dan Paliatif, serta mewujudkan kerjasama dengan pusat psikosomatik dunia seperti Jepang dan Jerman, yang dipelajari dokter ahli penyakit dalam di sana oleh karena banyaknya kasus seperti di atas.

Sejarah PKPI

PERJALANAN DIVISI

Klinik Psikosomatik di Indonesia telah aktif berdiri semenjak tahun 1950, diinisiasi oleh Prof. dr. Aulia Yahya, SpPD yang pada saat itu merupakan Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Beliau menaruh perhatian khusus pada bidang ini dan berusaha untuk mengembangkan konsep psikosomatik. Hal ini bermula dari banyaknya pasien pada klinik penyakit dalam tanpa kelainan organik yang datang dengan berbagai keluhan, atau pasien dengan eksaserbasi/perparahan penyakit kronik dikarenakan masalah psikososial yang tidak tertangani. Beliau sadar bahwa untuk memahami betul kondisi pasien, yang perlu dilihat bukanlah hanya kelainan pada tubuh. Pasien harus dilihat secara menyeluruh, baik dari fisik maupun psikis. Beliau pun menyadari penting bagi dokter untuk memperhatikan aspek ini, terutama dokter yang berada pada bidang Ilmu Penyakit Dalam. Di bawah kepemimpinan beliau, Klinik Psikosomatik berkembang menjadi sarana pendidikan, dan pada tahun 1960 dibentuklah Divisi Psikosomatik sebagai bagian dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Berdirinya divisi ini melengkapi pendidikan, pelayanan, dan penelitian di bidang Ilmu Penyakit Dalam.

Seusai Prof. Aulia, kepemimpinan Divisi Psikosomatik dilanjutkan oleh dr. Sudarto Prayitno, SpPD dari tahun 1979-1983, dr. Ahmad Dahlan, SpPD dari 1983-1985, dr.Dharsono Sukatman, SpPD dari 1985-1989, kemudian dr. Sujana Budihalim, SpPD dari tahun 1990- 1995. Kepemimpinan berikutnya diambil alih oleh dr. E.Mudjaddid, SpPD-KPsi dari tahun 1996-2008, diteruskan oleh dr. Hamzah Shatri, SpPD-KPsi, M.Epid dari 2008-2011, dilanjutkan dr. Rudi Putranto, SpPD-KPsi dari tahun 2011-2017. Diteruskan oleh dr. Hamzah Shatri, SpPD-KPsi, M.Epid kembali dari tahun 2017 sampai saat ini. Sejak berdirinya divisi ini hingga sekitar tiga puluh tahun setelahnya, perjalanan Psikosomatik di Indonesia mengalami naik turun akibat dari perkembangan teknologi kedokteran serta kemunculan subspesialisasi lain baik di bidang Penyakit Dalam atau bidang lain. Perkembangan Divisi Psikosomatik sempat terhambat karena terlambatnya regenerasi, dimana saat staf lebih senior pensiun, belum terdapat generasi baru sebagai penerus. Semakin lama, Divisi Psikosomatik mengalami perkembangan seiring berlangsungnya kegiatan pembelajaran dan penelitian. Sejak dulu, sudah dikenal konsep yang mengatakan pikiran seseorang dapat mempengaruhi tubuhnya. Kini, hubungan antara aspek psikis dan fisik semakin dapat dijelaskan seiring dengan terdeteksinya faktor-faktor biomolekuler yang menjembatani kedua aspek tersebut. Seiring dengan terus berkembangnya ilmu psikosomatik, perlahan namun pasti divisi ini bertumbuh semakin kokoh.

Pada tahun 1996, dr. E. Mudjaddid, SpPD-KPsi dan dr. Hamzah Shatri, SpPD-KPsi, MEpid melakukan usaha untuk meneruskan dan mengembangkan bidang psikosomatik, baik di Jakarta hingga provinsi-provinsi lain di Indonesia. Satu tahun kemudian, dr. E. Mudjaddid, SpPD-KPsi dan dr. Hamzah Shatri, SpPD-KPsi mengajak dr. Richard B, SpKJ dan dr. Danardi SpKJ dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM untuk menghadiri 14th World Congress on Psychosomatic Medicine di Cairns, North Queensland, Australia yaitu pada tahun 1997. Kongres tersebut meng-inspirasi dan memacu semangat mereka untuk memajukan bidang ini lebih jauh lagi di Indonesia, sehingga mereka mempelopori suatu perhimpunan terkait dengan kedokteran psikosomatik. Setelah perjuangan selama tiga tahun, pada tahun 2000, terbentuklah Perhimpunan Kedokteran Psikosomatik Indonesia (PKPI) pada kongres nasional Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia di Surabaya. Pertemuan saat itu melibatkan banyak pihak, terutama perhimpunan yang melibatkan bidang Ilmu Penyakit Dalam. PKPI kemudian melakukan kerja sama dengan bidang-bidang lain seperti psikiatri, neurologi, obstetri ginekologi sosial dan pediatrik sosial, serta dermatologi. Sekitar tahun 1999 psikosomatik mulai mengembangkan layanan paliatif dikarenakan banyak ditemukan kasus pasien kanker stadium lanjut yang memerlukan pendekatan holistik Psikosomatik. Seiring dengan peningkatan jumlah konsultan, Divisi Psikosomatik memenuhi persyaratan untuk membuka pendidikan subspesialis, yang salah satu syaratnya yaitu memiliki dua orang konsultan. Oleh karena itu, pada tahun 2007 Divisi Psikosomatik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM menyelenggarakan program pendidikan subspesialis Psikosomatik (KPsi), yang merupakan satu-satunya pendidikan konsultan psikosomatik di Indonesia. Di masa awal berdirinya, Divisi Psikosomatik hanya dapat ditemukan di Jakarta dan Medan. Bersamaan dengan dirintisnya program pendidikan, telah ada Konsultan Psikosomatik di beberapa daerah, seperti Padang, Palembang, dan Yogyakarta. Dokter-dokter dari daerah lainnya juga sedang menempuh pendidikan, yaitu dari Jakarta, Aceh, Makassar, Solo, Semarang dan akan menyusul Banjarmasin dan Bali.

Diharapkan dengan program pendidikan yang tersebar di berbagai daerah ini, kelak Konsultan Psikosomatik tersebut dapat mengembangkan bidang Psikosomatik di daerahnya masing-masing, dan regenerasi di Divisi Psikosomatik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM dapat senantiasa berlangsung. Kini dengan berkembangan bidang Ilmu dan layanan Psikosomatik, di tahun 2017 Divisi Psikosomatik berubah nama menjadi Divisi Psikosomatik dan Paliatif.

Copyright © PKPI
| Supported By Brama Web Design