audio

Berita

Pembukaan Megah: Ilmu Bertemu Budaya

Wednesday, 17 September 2025

Hari Sabtu, 13 September 2025, menjadi saksi pembukaan megah ACPM-PKPI 2025. Ballroom utama dipenuhi para delegasi dengan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama lintas keyakinan, menegaskan bahwa kongres ini berpijak pada semangat kemanusiaan universal.

Dalam sesi Opening Ceremony, sambutan disampaikan oleh:

·         Prof. Chiharu Kubo (Fukuoka, Jepang) Ketua Asian College of Psychosomatic Medicine,

·         Dr. dr. Rudi Putranto, SpPD, K-PPM, MPH, FINASIM – Ketua Indonesian Society of Psychosomatic and Palliative Medicine,

·         Perwakilan RSUP Dr. Sardjito, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), serta PAPDI.

Sesi plenary lecture yang menyusul langsung mengangkat tema-tema cutting-edge, seperti peran gut microbiota dalam gangguan psikosomatik, biopsikososial dalam praktik klinis modern, hingga sejarah dan masa depan psikosomatik di Asia.

 


Rangkaian Ilmiah: Lebih dari 140 Karya Riset

ACPM-PKPI 2025 menampilkan agenda ilmiah yang padat, multidisipliner, dan mendalam:

·         6 simposium utama yang membahas Mind and Rheumatology, Mind and Immunology, Mind and Nephrology, serta Research Forum in Psychosomatic and Palliative Care.

·         4 workshop tematik, termasuk bahasan praktis mengenai Holistic and Regenerative Therapy in Palliative serta Heart Rate Variability Test and Hypnotherapy.

Lebih dari 140 karya ilmiah ditampilkan melalui oral presentations dan poster sessions, yang menyoroti riset non-farmakologis, strategi terapi neuromodulasi, integrasi pengobatan tradisional Tiongkok, hingga inovasi regeneratif berbasis stem cell.

Partisipasi ini mencerminkan bahwa ACPM-PKPI 2025 bukan hanya ajang diskusi, tetapi juga arena aktualisasi ilmuwan Asia untuk menunjukkan kontribusi nyata pada kesehatan global.

Seorang peserta internasional asal Jepang berkomentar, “Saya kagum dengan kualitas riset yang dipresentasikan di sini. Banyak ide segar lahir dari Indonesia dan Asia Tenggara, dan ini akan sangat berkontribusi bagi perkembangan psikosomatik dunia.”

Budaya sebagai Pengikat: Gala Dinner & Cultural Night

Selain diskusi akademik, kongres ini juga menghadirkan Gala Dinner and Cultural Night pada Sabtu malam. Delegasi disuguhi tarian tradisional, gamelan, hingga jamuan khas Yogyakarta.

Acara budaya ini tidak sekadar hiburan, melainkan bentuk diplomasi budaya Indonesia. Banyak delegasi yang terkesan dengan keramahan lokal serta kearifan budaya yang ditampilkan. “Yogyakarta bukan hanya kota budaya, tapi juga rumah yang menyambut semua insan ilmu,” ungkap salah seorang delegasi asal Jepang.

Penutupan Bersejarah: Indonesia di Panggung Global

Puncak kongres terjadi pada Minggu sore, 14 September 2025, saat Closing Ceremony. Suasana penuh kebanggaan menyelimuti ruangan ketika panitia menutup rangkaian acara dengan deklarasi komitmen kolaborasi global di bidang psikosomatik dan paliatif.

Selain itu, momen penutupan juga ditandai dengan penganugerahan penghargaan karya ilmiah terbaik kepada para peneliti yang telah berkontribusi melalui riset, case report, dan systematic review. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi sekaligus dorongan bagi generasi ilmuwan berikutnya untuk terus berinovasi dalam bidang psikosomatik dan paliatif.

Panitia menyatakan, “Kongres ini membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya penyelenggara yang baik, tetapi juga kontributor penting dalam percaturan ilmu kedokteran dunia. ACPM- PKPI 2025 akan dikenang sebagai tonggak sejarah, di mana Indonesia menjadi episentrum dialog, riset, dan kolaborasi global.”


Legacy ACPM-PKPI 2025: Tonggak Baru Dunia Kedokteran Asia

ACPM-PKPI 2025 meninggalkan warisan besar:

·         Kolaborasi lintas negara yang akan melahirkan riset bersama.

·         Inovasi terapi baru yang berpotensi mengubah praktik klinis psikosomatik dan paliatif.

·         Penguatan jejaring akademik Asia, dengan Indonesia sebagai pemain kunci.

·         Pengukuhan kepemimpinan baru PKPI yang siap membawa organisasi ke tingkat global.

 

Dengan skala dan kualitasnya, ACPM-PKPI 2025 menegaskan bahwa psikosomatik dan paliatif adalah masa depan kedokteran modern. Ilmu, budaya, dan empati berpadu di Yogyakarta, meninggalkan jejak yang akan terus dikenang dalam perjalanan dunia medis internasional.

 

Ditulis oleh : mu

Copyright © PKPI
| Supported By Brama Web Design