Tuesday, 14 April 2026
Yogyakarta, April 2026
Ketika fajar menyingsing di atas cakrawala Kota Pelajar, Hotel Grand Rohan Yogyakarta bersiap menjadi saksi pertemuan para pemikir dan praktisi medis. Di bawah naungan kolaborasi antara Perhimpunan Kedokteran Psikosomatik dan Paliatif Indonesia (PKPI) Cabang Jogjakarta dan RSUP Dr. Sardjito, acara ini bukan sekadar seminar rutin, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen terhadap kesejahteraan pasien secara utuh.
Penyakit kronik sering kali dipandang hanya dari lensa angka laboratorium dan hasil radiologi. Namun, melalui tema ini, Jogja Psychosomatic Meeting 2026 mengajak para peserta untuk melampaui batas fisik tersebut. Fokus utama adalah bagaimana mengintegrasikan pendekatan bio-psiko-sosial-spiritual dalam tata laksana pasien dengan kondisi jangka panjang.
Dalam pengelolaan penyakit kronis, aspek psikologis pasien sering kali menjadi variabel penentu keberhasilan terapi. Melalui diskusi yang akan dipandu oleh pakar dari RSUP Dr. Sardjito dan anggota PKPI, acara ini akan mengulas:
Strategi Manajemen Stres: Bagaimana kondisi psikologis memengaruhi perjalanan penyakit organik.
Komunikasi Empatik: Membangun hubungan dokter-pasien yang mendukung proses penyembuhan mandiri.
Integrasi Palliative Care: Memberikan kualitas hidup yang optimal bagi pasien dengan penyakit yang membatasi usia.
Dipilihnya Hotel Grand Rohan sebagai lokasi acara memberikan nuansa yang tenang namun profesional, mendukung terciptanya ruang dialog yang inklusif. Para peserta—mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan lainnya—akan berbagi pengalaman klinis dan temuan riset terbaru, memastikan bahwa setiap pasien tidak hanya "diobati" namun juga "dirawat".
"Seni pengobatan bukan hanya tentang mematikan gejala, tetapi tentang menghidupkan kembali harapan dan kualitas hidup di tengah keterbatasan fisik."
Acara ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi layanan kesehatan di Indonesia, di mana optimalisasi pendekatan penyakit kronik menjadi standar emas bagi pelayanan yang berpusat pada manusia (People-Centred Care).
Sampai bertemu di Yogyakarta, tempat di mana ilmu dan nurani bertemu.