audio

Berita

20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine in conjuction with 8th Congress Indonesian Society of Psychosomatic and Palliative Medicine

Saturday, 20 September 2025

Yogyakarta, 14 September 2025 – Yogyakarta baru saja menutup lembaran bersejarahnya sebagai tuan rumah Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) - Perhimpunan Kedokteran Psikosomatik dan Paliatif Indonesia (PKPI) 2025, sebuah kongres internasional yang digelar pada 12–14 September 2025. Dengan menghadirkan lebih dari 300 delegasi dari dalam dan luar negeri, acara ini mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pusat penting pengembangan ilmu psikosomatik dan paliatif di Asia.

Para pakar dari Jepang hadir dalam kongres ini, membawa hasil riset terbaru, strategi terapi inovatif, serta semangat kolaborasi lintas batas. ACPM-PKPI 2025 bukan hanya pertemuan ilmiah, melainkan juga ajang yang menyatukan ilmu, budaya, dan kemanusiaan dalam satu ruang besar.

 

Pengangkatan Ketua Baru PKPI: Momentum Bersejarah di Hari Pertama

Pada Jumat, 12 September 2025, telah diadakan Kongres Nasional untuk menetapkan Ketua dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Psikosomatik Indonesia (PKPI) periode 2025–2027 serta pengesahan perubahan AD ART PKPI. Selain itu di Kongres Nasional PKPI juga menetapkan tempat kegiatan Pertemuan Ilmiah Nasional berikutnya yaitu di Kota Medan pada tahun 2027.

Ketua PKPI Indonesia terpilih sekaligus juga dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Asian College of Psychosomatic Medicine, sebuah posisi strategis yang mengangkat nama Indonesia di tingkat internasional.


 

Pembukaan Megah: Ilmu Bertemu Budaya

Hari Sabtu, 13 September 2025, menjadi saksi pembukaan megah ACPM-PKPI 2025. Ballroom utama dipenuhi para delegasi dengan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama lintas keyakinan, menegaskan bahwa kongres ini berpijak pada semangat kemanusiaan universal.

Dalam sesi Opening Ceremony, sambutan disampaikan oleh:

 

·       Prof. Chiharu Kubo (Fukuoka, Jepang) Ketua Asian College of Psychosomatic Medicine,

·       Dr. dr. Rudi Putranto, SpPD, K-PPM, MPH, FINASIM – Ketua Indonesian Society of Psychosomatic and Palliative Medicine,

·       Perwakilan RSUP Dr. Sardjito, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), serta PAPDI.

A person standing at a podium

AI-generated content may be incorrect.

[Prof. Chiharu Kubo (Fukuoka, Jepang) Ketua Asian College of Psychosomatic Medicine]

 

Sesi plenary lecture yang menyusul langsung mengangkat tema-tema cutting-edge, seperti peran gut microbiota dalam gangguan psikosomatik, biopsikososial dalam praktik klinis modern, hingga sejarah dan masa depan psikosomatik di Asia.

 


 

Rangkaian Ilmiah: Lebih dari 140 Karya Riset

ACPM-PKPI 2025 menampilkan agenda ilmiah yang padat, multidisipliner, dan mendalam:

·       6 simposium utama yang membahas Mind and Rheumatology, Mind and Immunology, Mind and Nephrology, serta Research Forum in Psychosomatic and Palliative Care.

·       4 workshop tematik, termasuk bahasan praktis mengenai Holistic and Regenerative Therapy in Palliative serta Heart Rate Variability Test and Hypnotherapy.

Lebih dari 140 karya ilmiah ditampilkan melalui oral presentations dan poster sessions, yang menyoroti riset non-farmakologis, strategi terapi neuromodulasi, integrasi pengobatan tradisional Tiongkok, hingga inovasi regeneratif berbasis stem cell.

[Simposium dan Workshop oleh para pemateri berkompeten berstandar Internasional]

 

 

Partisipasi ini mencerminkan bahwa ACPM-PKPI 2025 bukan hanya ajang diskusi, tetapi juga arena aktualisasi ilmuwan Asia untuk menunjukkan kontribusi nyata pada kesehatan global.

Seorang peserta internasional asal Jepang berkomentar, “Saya kagum dengan kualitas riset yang dipresentasikan di sini. Banyak ide segar lahir dari Indonesia dan Asia Tenggara, dan ini akan sangat berkontribusi bagi perkembangan psikosomatik dunia.”


Budaya sebagai Pengikat: Gala Dinner & Cultural Night

Selain diskusi akademik, kongres ini juga menghadirkan Gala Dinner and Cultural Night pada Sabtu malam. Delegasi disuguhi tarian tradisional, gamelan, hingga jamuan khas Yogyakarta.

 

A group of people in clothing

AI-generated content may be incorrect.

[Menikmati pertunjukan budaya Yogyakarta dalam Gala Dinner]

 

Acara budaya ini tidak sekadar hiburan, melainkan bentuk diplomasi budaya Indonesia. Banyak delegasi yang terkesan dengan keramahan lokal serta kearifan budaya yang ditampilkan. “Yogyakarta bukan hanya kota budaya, tapi juga rumah yang menyambut semua insan ilmu,” ungkap salah seorang delegasi asal Jepang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ditulis oleh : Admin
Copyright © PKPI
| Supported By Brama Web Design